Beberapa hari yang lalu, saya membawa anak-anak saya ke satu tempat di Singapura untuk makan malam bersama. Waktu kami tiba di sana, ternyata semua tempat makan yang ada di sana sudah penuh oleh para pengunjung. Kami mulai berjalan dari tempat makan ke tempat makan lainnya, dan memang semuanya penuh, dan harus mengantri selama 30 menit untuk mendapatkan tempat duduk. Meskipun banyak tempat makan, tetapi sangat susah bagi kami untuk mendapat tempat dan makanan, karena banyaknya pengunjung di malam itu.
Saya bersyukur kalau kita tidak mengalami kesusahan yang sama pada waktu kita mencari makanan rohani. Banyak cara di sekeliling kita untuk mendapatkan makan rohani, baik melalui khotbah hari Minggu, pembacaan Alkitab (dan mungkin di rumah kita terdapat beberapa Alkitab), mendengarkan khotbah di berbagai macam media, membaca buku rohani, dan lain-lain. Yang menjadi permasalahnya adalah apakah kita lapar dan haus akan Tuhan sehingga kita mau mengambil waktu untuk mengisi kerohanian kita. Dengan adanya begitu banyak sarana yang tersedia bagi kita, marilah kita mengambil waktu dan komitmen untuk terus dipenuhi oleh Firman Tuhan.
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Romans 10:17)
No comments:
Post a Comment