Hiasi bibirmu dengan kebiasaan memuji dan bersyukur
Puji dan syukur lebih indah daripada lipstik termahal
Hiasi matamu dengan kebiasaan memandang dengan kelembutan dan kedewasaan
Kelembutan dan kedewasaan lebih indah daripada bulu mata dan kacamata termahal
Hiasi telingamu dengan kebiasaan mau mendengarkan
Kemauan untuk mendengar lebih indah daripada anting anting termahal
Hiasi hidungmu dengan kebiasaan peka dengan keberadaan sesamamu
Kepekaan lebih indah daripada hiasan dinding termahal
Hiasi wajahmu dengan kebiasaan tersenyum dan bersukacita
Senyum dan sukacita lebih indah daripada bedak termahal
Hiasi kepalamu dengan kebiasaan kerendahan hati dan penguasaan diri
Kerendahan hati dan penguasaan diri lebih indah daripada mahkota termahal
Hiasi tubuhmu dengan kebiasaan hidup sehat
kesehatan lebih indah daripada jubah terindah
Hiasi tanganmu dengan kebiasaan ringan tangan
Ringan tangan lebih indah daripada jam tangan dan cat kuku termahal
Hiasi kakimu dengan kebiasaan melangkah dengan kebenaran
Langkah kebenaran lebih indah daripada sepatu dan kaus kaki termahal
(Anonim)
No comments:
Post a Comment