Dalam perjalanan ke kantor setiap hari, seringkali saya harus berdiri di dalam bus, karena banyaknya penumpang di dalam bus tersebut. Untuk keamanan penumpang, di dalam bus tersebut disediakan tiang-tiang bagi mereka yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Penumpang yang berdiri dianjurkan untuk memegang tiang tersebut, untuk berjaga-jaga atas hal-hal yang bisa terjadi sepanjang perjalanan bus tersebut. Pernah ada kejadian beberapa kali di Singapura mengenai penumpang yang terjatuh, karena tidak memegang tiang tersebut pada waktu bus tersebut harus berhenti secara mendadak.
Saya menyadari bahwa perjalanan hidup kita tidak akan mulus selamanya, dan goncangan-goncangan bisa terjadi. Oleh karena itu, kita memerlukan pegangan dalam kehidupan kita, dan pegangan tersebut sudah tersedia bagi kita, yaitu Yesus. Seperti tiang di bus yang sudah tersedia, pilihan untuk memegang tiang tersebut ada di tangan setiap penumpang. Demikian juga Yesus sudah menawarkan untuk menjadi pegangan hidup kita, tetapi pilihan ada di tangan kita masing-masing. Marilah kita mengambil keputusan untuk memegang Yesus erat-erat dalam sepanjang kehidupan kita, dan kehidupan kita akan dikuatkan dalam setiap goncangan dan pergumulan yang bisa kita hadapi.
"Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." (Amsal 18:10)
No comments:
Post a Comment