Tuesday, 4 June 2013

PESAWAT LAMA MENDARATNYA

Dalam perjalanan saya kembali ke Singapura, waktu pesawatnya sudah mendekati wilayah Singapura, pilot pesawat memberikan informasi bahwa pesawatnya belum bisa mendarat karena harus menunggu antrian untuk bisa mendarat selama 30 menit.  Pilot tersebut juga memberikan informasi pesawat ini akan mendarat setelah mendapat ijin dan petunjuk dari traffic controller (petugas lalu lintas udara) dari bandara tersebut.  Karena penerbangan saya itu malam hari, saya mengharapkan sekali untuk pesawat ini bisa cepat-cepat mendarat, dan bisa kembali ke rumah saya dengan segera.

Namun tidak ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk membantu pesawatnya untuk cepat mendarat, selain berdoa, karena semuanya itu ada di tangan traffic controller dan pilot pesawatnya.  Saya pun menyadari kalau pilot pesawat tidak bisa memaksa untuk cepat-cepat mendarat tanpa ijin dari traffic controller, karena itu akan sangat membahayakan dengan kemungkinannya menabrak pesawat lain.  Jalan yang terbaik adalah dengan menunggu dengan bersabar dan percaya kalau traffic controller akan memberikan waktu yang terbaik untuk mendarat untuk kebaikan dan keselamatan kita semua.

Demikian juga sikap kita dalam menunggu jawaban doa-doa kita.  Seringkali kita berharap kalau Tuhan akan menjawab doa kita dengan segera.  Tetapi kita percaya kalau Tuhan mempunyai waktu yang terbaik untuk menjawab doa kita.  Tuhan bertindak sama seperti traffic controller di bandara, yang mengetahui waktu yang terbaik untuk setiap pesawat mendarat untuk kebaikan semua penumpangnya.  Dalam hal menantikan jawaban doa, kita pun perlu menyadari kalau kita tidak bisa memaksa Tuhan untuk menjawab doa kita dengan segera, dan kita perlu mengerti kalau Tuhan belum menjawab doa kita, itu sebetulnya untuk kebaikan kita.  Bersabarkah dengan penuh pengharapan, dan percayalah akan waktu Tuhan yang sempurna.

"Marilah kita berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya setia" (Ibrani 10:23)










No comments:

Post a Comment