Anak saya yang baru berusia 10 tahun pergi berangkat ke camp di Malaysia selama empat hari bersama dengan kelompok Girls Brigade (pramuka). Anak saya sangat bersemangat untuk ikut camp tersebut. Sebagai seorang ayah, saya cukup kuatir mengenai kepergian dia ke camp tersebut, tetapi saya akhirnya mengijinkan dia untuk ikut.
Selama dia meninggalkan saya untuk ikut camp tersebut, ada beberapa hal yang saya rasakan:
1. Saya merasakan kerinduan untuk bisa bertemu dengan dia kembali, dan empat hari itu terasa lama di hati saya.
2. Saya menanti-nantikan waktu kepulangan anak saya, dan saya mulai terus menghitung hari dan sampai ukuran jamnya.
3. Sepanjang hari saya sering memikirkan anak, khususnya mengenai keadaan anak saya, karena saya tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kepada anak saya.
Sebagai kesimpulan, ada tiga hal yang saya rasakan: kerinduan, menantikan dan terus memikirkan anak saya.
Saya mulai merasakan bagaimana hati Bapa kita, kalau kita jauh dariNya. Yang pasti, Tuhan sangat merindukan kita, dan Tuhan sedang menantikan saatnya kita kembali kepadaNya. Dan saya juga percaya kalau Tuhan tidak akan pernah melepaskan pikiranNya atas kehidupan kita. Allah yang sungguh memperhatikan kehidupan kita, sedang menantikan dan menunggu saatnya untuk kita kembali kepadaNya, karena Dia akan melimpahkan kasih dan kuasaNya bagi kita. Janganlah kita membiarkan Tuhan menunggu lebih lama lagi, biarlah kita segera kembali kepadaNya.
"Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilanNya bagi anak cucu" (Mazmur 103:17)
No comments:
Post a Comment